Tantangan Terbuka Untuk “Ekstrimis Salafy”

Assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Dengan berat hati akhirnya aku memutuskan untuk mengumandangkan tantangan terbuka kepada mereka yang mengaku-ngaku sebagai Salafy Wahabi. Jika ada yang menganggap bahwa aku takabbur, monggo wae. Toh, aku menganggap bersikap takabbur kepada orang takabbur adalah sedekah, yang bilang bukan aku, tapi Habibana wa Nabiyyana Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam.

Perilaku takabbur hizbiyyah yang dipertontonkan oknum Salafy Wahabi tidak hanya sekedar di internet macam blog seperti ini, tapi di hampir setiap media, sampai dalam sebuah obrolan ringan kepongahan itu selalu tajam diperdengarkan. Sikap taklid buta, sektarian dan rasialisme dalam bermanhaj lah yang mendorong para oknum Salafy Wahabi tidak ragu merendahkan martabat keimanan dan keilmuan orang lain yang sebenarnya sama-sama muslim. Sejak tahun 90-an aku sudah berkenalan dengan kelompok ini, dan dari awal gelagatnya sudah tidak beres. Bukan karena manhajnya, tapi lebih kepada perilaku “merasa paling benar”, mudah mentakfir dan mentabdi’ tanpa tedeng aling-aling, tidak peduli siapapun bahkan orang yang awam sekalipun, selama dianggap tidak semanhaj dengan mereka. Jikapun pendapat kalian (para Salafy Wahabi) benar, mengapa kalian tidak dapat menterapkan cara-cara tarbiyyah yang Layyin, atau dalam kata lain secara baik dan membumi.

Kepongahan dalam cara menyampaikan itulah yang aku persoalkan. Selama 3 bulan mencermati cara-cara kalian “berdakwah” di sini (worpress -pen), aku menilai bahwa jika kepongahan dan ketakaburan macam ini dibiarkan bisa menjadi borok bagi ummat. Karenanya, sekali lagi aku menyampaikan tantangan kepada kalian untuk “mendiskusikan” segala macam fatwa kontroversial yang kalian klaim sebagai kebenaran satu-satunya. Sampai terakhir soal Doraemon CS yang kalian nyatakan sesat.

Jika kalian anggap aku seorang liberalis, kalian salah besar. Bagi kalian para Salafy Wahabi, aku adalah “Judge Liang” yang tertidur lama… Dan kini memaksakan diri untuk bangun meluruskan kalian.

Selanjutnya, mengenai aturan mainnya, aku serahkan sepenuhnya kepada kalian Salafy Wahabi. Aku manut turut bae. Insya Allah.

11 Tanggapan to “Tantangan Terbuka Untuk “Ekstrimis Salafy””

  1. surahman hadi Says:

    Allahu akbar! Telah datang ksatria islam yang akan memerangi jamah takfir! Teruskan bang! Aku calik bae sambil nyeruput kopi. kalau abang bisa nge-kick mereka, aku tepuk tangan duluan!

  2. Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji Says:

    Saya bukan pro evolusi, tapi satu ini saya dukung deh… :mrgreen:

    ga sepenuhnya sih

  3. Ram-Ram Muhammad Says:

    Halah… bikin tantangan terbuka rupanya… Saya ikutan gelar tiker aja

  4. Mihael "D.B." Ellinsworth Says:

    Hoho…hakim adil.
    Baiklah, aku ingin tahu kelanjutannya. Saya dukung.

  5. dobelden Says:

    klo ada debat terbuka bagus tuh

    dijadwalin dong… saya jadi pendengar saja 😀

  6. aswaja Says:

    Hem…. Aku siap menjadi penonton yang baik deh……

  7. sitijenang Says:

    bagaimana kalau mereka juga punya pandangan bahwa mereka hendak takabur kepada orang lain (yang mereka anggap takabur juga)? apa sama-sama sedekah nantinya?

  8. secondprince Says:

    Ingin lihat kelanjutannya
    Salam

  9. Pacarnya Zaskia Mecca Says:

    nunggu “juara bertahan”nya datang…
    lama banget…
    mas penantang apa ndak capek nunggunya?
    gimana kalo dianggap memang we-o aja? 😆

  10. Yogi Says:

    Sejak jaman Nabi Musa juga sudah demikian.
    Nabi Musa yang membawa risalah yang haq, oleh pemuka-pemuka rezim Fir’aun juga dikatakan Musa membawa ajaran sesat….

    Kenapa demikian? karena kawatir kalau semua rakyatnya mengikuti Musa, maka dia nggak punya rakyat lagi. Lha kalau nggak punya rakyat, ya dia nggak jadi pejabat. Logis kan…..

    Demikian pula Ahlus Sunnah yang masuk ke daerah Ahlul bid’ah, maka ahlus sunnah yang dikatakan membawa paham sesat.. dlsb. dan yang paling kebakaran jenggot adalah para pimpinan ahlul Bid’ah….

    Kenapa demikian? jawabnya ya seperti jaman Fir’aun itu. Kalau semua rakyatnya mengikuti faham Ahlus Sunnah, maka sudah nggak dapat berkat lagi, karena nggak ada lagi orang yang slametan…..

    Ini semua sudah diceritakan dalam Al Qur’an….

  11. hanggadamai Says:

    aku setuju karo mas..
    *ndak ngerti*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: