Archive for the ‘Manhaj’ Category

Tantangan Terbuka Untuk “Ekstrimis Salafy”

Desember 21, 2007

Assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Dengan berat hati akhirnya aku memutuskan untuk mengumandangkan tantangan terbuka kepada mereka yang mengaku-ngaku sebagai Salafy Wahabi. Jika ada yang menganggap bahwa aku takabbur, monggo wae. Toh, aku menganggap bersikap takabbur kepada orang takabbur adalah sedekah, yang bilang bukan aku, tapi Habibana wa Nabiyyana Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam.

Perilaku takabbur hizbiyyah yang dipertontonkan oknum Salafy Wahabi tidak hanya sekedar di internet macam blog seperti ini, tapi di hampir setiap media, sampai dalam sebuah obrolan ringan kepongahan itu selalu tajam diperdengarkan. Sikap taklid buta, sektarian dan rasialisme dalam bermanhaj lah yang mendorong para oknum Salafy Wahabi tidak ragu merendahkan martabat keimanan dan keilmuan orang lain yang sebenarnya sama-sama muslim. Sejak tahun 90-an aku sudah berkenalan dengan kelompok ini, dan dari awal gelagatnya sudah tidak beres. Bukan karena manhajnya, tapi lebih kepada perilaku “merasa paling benar”, mudah mentakfir dan mentabdi’ tanpa tedeng aling-aling, tidak peduli siapapun bahkan orang yang awam sekalipun, selama dianggap tidak semanhaj dengan mereka. Jikapun pendapat kalian (para Salafy Wahabi) benar, mengapa kalian tidak dapat menterapkan cara-cara tarbiyyah yang Layyin, atau dalam kata lain secara baik dan membumi.

Kepongahan dalam cara menyampaikan itulah yang aku persoalkan. Selama 3 bulan mencermati cara-cara kalian “berdakwah” di sini (worpress -pen), aku menilai bahwa jika kepongahan dan ketakaburan macam ini dibiarkan bisa menjadi borok bagi ummat. Karenanya, sekali lagi aku menyampaikan tantangan kepada kalian untuk “mendiskusikan” segala macam fatwa kontroversial yang kalian klaim sebagai kebenaran satu-satunya. Sampai terakhir soal Doraemon CS yang kalian nyatakan sesat.

Jika kalian anggap aku seorang liberalis, kalian salah besar. Bagi kalian para Salafy Wahabi, aku adalah “Judge Liang” yang tertidur lama… Dan kini memaksakan diri untuk bangun meluruskan kalian.

Selanjutnya, mengenai aturan mainnya, aku serahkan sepenuhnya kepada kalian Salafy Wahabi. Aku manut turut bae. Insya Allah.